Senin, 25 Oktober 2021

Pesona danau seran

 

Pesona danau seran

 

 

Kalimantan sebagai kepulauan terbesar di Indonesia yang mencakup 5 provinsi yaitu kalimantan selatan,barat,timur,utara,dan tengah. Dengan penghasil utama pertambangan nyata nya memiliki sejuta masalah di balik nya, banyak tambang-tambang yang tidak mematuhi peraturan pemerintah yang ada sehingga membuat lahan yang sudah ditinggalkan menjadi masalah yang serius bagi warga sekitar, seperti yang bisa kita lihat dalam film documenter yang sempat viral beberapa tahun belakangan ini yaitu “sexy killer” ,film documenter yang mencoba menceritakan tentang sisi gelap dari pertambangan yang menimbulkan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan di kalimantan yang merugikan masyarakat terutama nelayan dan petani, di salah satu scene dalam film documenter itu membahas tentang lubang hasil galian yang tidak di tutup kembali oleh pihak penambang sehingga menjadi sebuah danau buatan di tengah pemukiman warga kalimantan timur dan menjadi masalah bagi warga sekitar karena anak-anak mereka suka sekali bermain di area itu yang padahal area tersebut sangatlah berbahaya karena kedalaman lubang galian itu sendiri sangat dalam dan akhirnya jatuh beberapa korban tenggelam di area tersebut. Masalah serupa terjadi di daerah saya yaitu banjarbaru kalimantan selatan,disini terdapat lubang galian yang di hasilkan oleh pertambangan intan oleh PT. Galuh Cempaka yang sangat besar dan ditinggalkan begitu saja tanpa dilakukan nya proses reklamasi,sehingga lubang galian tersebut terisi air dan menjadi danau buatan yang sangat luas, tidak main-main saking luasnya danau tersebut sehingga danau tersebut memiliki pulau kecil yang tepat berada ditengah danau tersebut,belum lagi kedalaman nya yang tidak rata dan terdapat lubang galian yg lebih dalam di titik titik tertentu .

Pada tahun 2013-2016 saya sendiri suka bermain di lubang hasil galian tersebut bersama teman-teman,entah setelah pulang sekolah atau di sore hari menuju senja dikarenakan lokasi rumah saya yang tidak jauh dari sana sehingga untuk mengakses danau seran tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 5-7 menit dengan menggunakan sepeda motor dan 15-30 menit dengan mengayuh sepeda, anak-anak seusia saya kala itu memang sering menjadikan danau seran sebagai tempat bermain dan berenang tanpa tau seberapa berbahaya nya hal yang kami lakukan karena dulu di sekitar sana sangatlah sepi tanpa adanya rumah penduduk hanya ada para penambang pasir yang sesekali lewat.

Danau seran yang punya pesona nya tersendiri tersebut akhirnya menjadikan tempat tersebut semakin ramai dikunjungi bukan hanya oleh warga sekitar namun oleh para wisatawan yang datang dari luar kota dan akhirnya menjadi destinasi wisata yang cukup ramai di penuhi wisatawan, disana sekarang cukup ramai dengan para warga sekitar yang berjualan serta menyewakan pelampung ada juga penyewaan kacamata menyelam serta jasa penyebrangan ke pulau kecil yang berada di tengah danau tersebut menggunakan kapal kecil yang di sebut “jukung” atau “klotok”,terdapat pula perahu bebek yang dapat dikayuh layaknya sepeda.

Dengan di jadikan nya danau seran sebagai destinasi wisata maka pemerintah dan warga sekitarpun ikut andil dalam merawat dan menjaga danau seran sehingga para pengunjung yang dating dan berenang bisa lebih terpantau dan meningkatkan keamanan saat menikmati destinasi wisata ini.











 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar